Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai strategi penguatan Profil Pelajar Pancasila di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dengan menelaah berbagai sumber pustaka seperti artikel ilmiah, buku, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS memiliki potensi besar dalam menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal karena sifatnya yang kontekstual dan interdisipliner. Integrasi nilai budaya lokal seperti gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan cinta lingkungan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga memperkuat enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dengan demikian, pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berbudaya, serta memiliki jati diri kebangsaan yang kuat di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini merekomendasikan agar guru, sekolah, dan pemerintah memperkuat implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui kolaborasi lintas pihak dan inovasi strategi pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada nilai-nilai Pancasila.