Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah pembangunan infrastruktur fisik Kota Dumai (1956-1970-an) di bawah pengaruh Caltex dengan menggunakan pendekatan sejarah visual. Penelitian ini menjawab minimnya narasi sejarah fisik mengenai transformasi Dumai dari dusun nelayan menjadi pelabuhan strategis. Penelitian ini menerapkan metode sejarah deskriptif-kualitatif yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data utama diperoleh dari koleksi foto arsip langka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Dumai (2025) serta dokumen korporasi Warta Caltex. Analisis visual digunakan untuk menginterpretasikan teknologi konstruksi, seperti penggunaan alat berat grader dan truk Mack, serta perubahan lanskap. Hasil penelitian mengungkap tiga fase visual krusial: fase diplomasi yang dibuktikan oleh surat izin H. Agus Salim tahun 1946; fase konstruksi fisik tahun 1958 yang menampilkan pembukaan jalan Duri-Dumai menggunakan teknologi pengerasan jalan berbasis minyak mentah (crude oil); dan fase pembangunan pelabuhan (1957-1968) yang mengubah ekosistem rawa menjadi terminal ekspor. Pembahasan menunjukkan bahwa temuan ini membuktikan struktur Company Town (kota perusahaan), di mana pembentukan kota didorong oleh operasi industri, bukan pertumbuhan organik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Dumai adalah produk rekayasa industri terencana. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi historiografi perkotaan dengan menyajikan bukti visual otentik mengenai bagaimana modal dan teknologi multinasional mengubah lanskap pesisir Indonesia secara fisik.