G
GlobalRiset
Portal Indeksasi Jurnal

Analisis Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda terhadap Daerah Bengkalis pada Zaman Kolonial: Studi Kasus Agama, Ekonomi, Kerja Paksa (Panglong), dan Peraturan Pajak

Adinda Sekar Dita, Aldo Vernandi H, Dela Melysa, Muhammad Rizqon, Ahmal
Abstrak

Penelitian ini merekonstruksi dan menganalisis dampak kebijakan kolonial Hindia Belanda di Afdeeling Bengkalis—yang meliputi Siak, Rokan, dan pulau-pulau di sekitarnya—dengan menyoroti empat pilar utama kekuasaan kolonial: politik agama, eksploitasi ekonomi, kerja paksa, dan regulasi administratif. Kajian ini berangkat dari kesenjangan antara retorika “Politik Etis” awal abad ke-20 dan realitas eksploitasi yang dialami masyarakat pesisir timur Sumatera. Dengan menggunakan metode sejarah kritis, penelitian ini mengandalkan empat sumber arsip primer: Laporan Statistik Tembakau 1888, Besluit tentang Pajak Penghasilan di wilayah Swapraja (1925–1938), Memorandum Kebijakan Agama Islam 1929, dan Laporan Investigasi “De Panglongs” (1927) oleh G. Pastor dari Kantor Perburuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bengkalis bukan hanya penghasil tembakau, tetapi juga pusat industri kayu (Panglong) yang terhubung dengan pasar internasional. Aktivitas ekonomi ini menempatkan keuntungan di atas nilai kemanusiaan. Arsip “De Panglongs” mengungkap praktik kerja paksa melalui sistem perbudakan utang yang menjerat ribuan buruh, terutama etnis Tionghoa, yang menghadapi penyiksaan fisik dan ketergantungan opium yang sengaja dibiarkan pengusaha serta semula ditoleransi pemerintah. Di sisi lain, kebijakan pajak kolonial digunakan sebagai instrumen untuk mendorong masyarakat masuk ke ekonomi uang, sehingga menyediakan tenaga kerja murah bagi industri. Dalam aspek politik agama, pemerintah menerapkan pengawasan ketat: tidak mengganggu praktik ritual, tetapi menindak tegas indikasi gerakan politik Islam, seperti kasus di Rambah. Kesimpulannya, Bengkalis mencerminkan struktur kolonial yang represif, di mana regulasi dirancang untuk melegitimasi eksploitasi, sementara kebijakan agama berfungsi meredam potensi perlawanan. Studi ini menawarkan kontribusi penting dengan mengungkap sisi gelap industri Panglong yang selama ini terselubung di balik statistik kolonial.

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Halaman
170-179
Kata kunci
Bengkalis; Panglong; Kerja Paksa; Kebijakan Kolonial; Hindia Belanda; Sejarah Riau
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal