Penelitian ini memilik tujuan untuk menganalisis korespondensi Sri Maharajo Duo Balai dengan Kerajaan Jambi dan untuk mengetahui makna serta analisis historis surat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi (Kuntowijoyo, 1994). Dalam hal ini penulis menggunakan arsip surat Sri Maharajo Duo Balai yang ditulis tahun 1865. Surat ini memiliki makna historis yaitu, Sri Maharajo Duo Balai memiliki kekerabatan yang sudah terjalin lama dengan Kerajaan Jambi. Pada masa tersebut dapat kita analisis adanya serangan dari pihak Belanda yang meruntuhkan kekuatan struktur adat di Pulau Sumatera. Hal ini menunjukkan hubungan genealogis diantara keduanya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lain yang menggunakan arsip. Penelitian ini tentu memiliki peranan penting bagi perkembangan sejarah dikarenakan penggunaan arsip premier, sehingga dapat menjadi bahan rujukan penelitian selanjutnya.