Penelitian ini bertujuan menjelaskan jalannya dan dampak Agresi Militer Belanda II di Indragiri Hulu, khususnya serangan tahun 1949 di Rengat, dengan menelaah bagaimana operasi militer tersebut mengguncang kondisi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan masyarakat. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, penelusuran arsip, analisis dokumen militer, foto, serta kajian terdahulu terkait Operatie Modder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belanda melancarkan operasi militer di Rengat pada 5 Januari 1949 melibatkan pengeboman udara, penerjunan pasukan, kedatangan pasukan melalui sungai, dan tindakan kekerasan terhadap warga sipil. Operasi tersebut menyebabkan pengungsian besar-besaran, lumpuhnya ekonomi, serta instabilitas sosial, termasuk penjarahan dan penyerangan terhadap komunitas lokal. Kesaksian saksi mata mengungkap eksekusi di tepi Sungai Indragiri dan banyaknya korban jiwa, termasuk pejabat daerah. Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam dan membentuk memori sejarah jangka panjang bagi masyarakat Indragiri Hulu.