Penelitian ini menganalisis kumpulan surat keputusan dan dokumen arsip resmi pada masa Pemerintahan Hindia Belanda di Rokan Hulu untuk merekonstruksi pola intervensi kolonial terhadap kerajaan-kerajaan Melayu lokal. Dengan menggunakan metode historis kualitatif, penelitian menelaah sumber primer berupa surat pernyataan resmi, akta tunduk, proces-verbaal, serta korespondensi administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Hindia Belanda secara sistematis membatasi otonomi kerajaan melalui integrasi administratif dan pengawasan politik. Penelitian ini menegaskan pentingnya arsip kolonial sebagai sumber utama dalam memahami dinamika kekuasaan di Rokan Hulu.