Kebugaran jasmani merupakan komponen penting dalam menunjang kesehatan dan aktivitas harian anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Ruang gerak yang terbatas dan minimnya aktivitas fisik terstruktur berpotensi menurunkan kapasitas aerobik mereka. Bleep test merupakan metode sederhana dan efektif untuk menilai tingkat kebugaran aerobik melalui estimasi VO₂max. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor usia dan tingkat aktivitas fisik terhadap hasil bleep test pada anak binaan LPKA Kelas I Medan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 5 anak binaan sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi tes kebugaran bleep test dan lembar observasi aktivitas harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kebugaran pada setiap subjek, di mana anak binaan dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memperoleh hasil bleep test yang lebih baik. Sementara itu, faktor usia menunjukkan kecenderungan hubungan yang bersifat moderat terhadap performa tes, meskipun tidak menjadi penentu utama. Secara keseluruhan, aktivitas fisik memiliki pengaruh yang lebih nyata dibandingkan usia terhadap hasil bleep test. Temuan ini menegaskan pentingnya penyusunan program pembinaan jasmani yang terstruktur untuk meningkatkan kebugaran aerobik anak binaan di LPKA.