Kegiatan ekstrakurikuler berbasis kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan abad 21 pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler menganyam berbasis kearifan lokal sebagai penguatan keterampilan 6C (Critical Thinking, Communication, Creativity, Collaboration, Citizenship, dan Character). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada metode observasi dan wawancara terhadap guru Pembina dan peserta didik, serta analisis dokumen terkait pelaksanaan kegiatan. Instrumen penelitian meliputi indikator perencanaan, pelaksanaan, peran guru pembimbing, evaluasi, serta dampak terhadap perkembangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai fasilitator, demonstrator, motivator, dan evaluator dalam kegiatan menganyam. Penanaman nilai budaya banjar melalui pembelajaran menganyam mampu meningkatkan kesadaran budaya dan mendorong siswa untuk melestarikan tradisi lokal.