Perubahan global abad ke-21 menuntut pendidikan yang mampu membentuk siswa berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) pada kelas rendah sekolah dasar serta dampaknya terhadap pemahaman, keterlibatan, dan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus di SDN-SN Pasar Lama 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (2009) meliputi reduksi, kategorisasi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui strategi kontekstual, diskusi, refleksi, dan penilaian formatif. Siswa mengalami peningkatan motivasi, keterlibatan, keberanian berpendapat, serta kesadaran metakognitif awal. Transformasi suasana kelas dari teacher-centered menjadi student-centered juga terjadi, menciptakan lingkungan belajar aman dan interaktif. Tantangan yang ditemukan mencakup kesulitan siswa menerapkan pengetahuan secara mandiri, beban perencanaan guru, keterbatasan dukungan sistemik, serta penyesuaian pembelajaran dengan perkembangan kognitif anak. Solusi yang dilakukan mencakup penguatan pembelajaran kontekstual, pemberian bantuan bertahap, penyesuaian kolaborasi, komunikasi dengan orang tua, serta refleksi guru terhadap praktik pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan deep learning mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas rendah SD, tetapi memerlukan adaptasi terhadap perkembangan kognitif siswa dan dukungan sistemik. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pembelajaran bermakna, reflektif, dan menyenangkan di sekolah dasar.