Pembelajaran Sekolah Dasar sering terkendala karena kurangnya media yang sesuai dengan cara berpikir konkret siswa, sementara media digital lebih sering digunakan meski terkadang tidak selalu membantu pemahaman konsep, terutama pada pembelajaran PPKn di SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin. Penelitian ini membandingkan efektivitas media konkret dan media digital serta melihat bagaimana guru menyesuaikan starategi mengajar meski dalam keterbatasan. Melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, hasil penelitian menunjukkan bahwa media konkret seperti Picture and Picture lebih meningkatkan pemahaman , motivasi, dan keaktifan siswa dibandingkan media digital Power Point. Selain itu, guru juga telah menerapkan strategi yang fleksibel, lebih memperhatikan kebutuhan siswa, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi keterbatasan fasilitas. Secara keseluruhan, media konkret lebih sesuai dengan perkembangan kognitif siswa SD dan strategi adaptif guru berpotensi diterapkan di sekolah lain dengan kondisi yang serupa.