Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang berusaha memperbaiki sistem pendidikan dengan memastikan tidak ada hambatan yang menghalangi setiap siswa untuk terlibat sepenuhnya dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana Program Bina Diri diterapkan di sekolah dasar untuk membantu siswa inklusi mengembangkan kemandirian dan karakter yang menjadi bagian dari Profil Lulusan Mendalam. Pendekatan kualitatif studi kasus yang digunakan, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumen di SDN Pasar Lama 3 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Bina Diri dilaksanakan secara teratur dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa, meliputi latihan kebersihan diri, komunikasi, pengelolaan emosi, dan kegiatan sosial sederhana. Program ini berdampak positif pada kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial siswa inklusi. Meski terdapat beberapa hambatan seperti perbedaan kemampuan anak dan keterbatasan waktu, guru dan GPK mengatasinya melalui kolaborasi dan penyesuaian kegiatan. Secara keseluruhan, Program Bina Diri terbukti mendukung pengembangan profil lulusan yang lebih mandiri dan berkarakter pada siswa inklusi