Industri kuliner di Kota Medan, khususnya segmen Ayam Geprek, menunjukkan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penjualan yang diterapkan oleh UMKM Ayam Geprek dalam meningkatkan omzet penjualan. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pemilik UMKM dan observasi langsung di lokasi usaha untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan UMKM tidak bergantung pada satu strategi tunggal, melainkan pada sinergi dari empat pilar utama. Pertama, inovasi produk berupa variasi sambal, tingkat kepedasan, dan menu paket menjadi kunci diferensiasi. Kedua, strategi penetapan harga yang kompetitif dan promosi periodik efektif mendorong volume penjualan. Ketiga, optimalisasi platform digital, seperti aplikasi ojek online dan media sosial, telah menjadi kanal penjualan utama yang memperluas jangkauan pasar. Keempat, pelayanan pelanggan yang prima terbukti menjadi faktor krusial dalam membangun loyalitas dan memicu pemasaran dari mulut ke mulut. Studi ini menyimpulkan bahwa UMKM yang berhasil menunjukkan adanya dynamic capabilities, yaitu kemampuan beradaptasi dan mengkonfigurasi ulang sumber daya secara berkelanjutan. Perpaduan antara pemahaman pasar lokal dengan pemanfaatan teknologi digital menjadi fondasi utama pertumbuhan omzet yang berkelanjutan di tengah persaingan.