Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana tiga prinsip dalam deep learning yaitu mindful learning, meaningful learning, joyful learning berpengaruh dalam upaya untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka dijenjang sekolah dasar. Penelitian studi kasus kualitatif ini dilakukan di SDN Karang Mekar 6, dengan data yang dikumpulkan melalui triangulasi mulai dari wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil studi menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning yang berpusat pada siswa memiliki dampak signifikan. Mindful learning menghasilkan siswa yang lebih tenang, fokus, dan sadar akan proses belajarnya, sementara meaningful learning dan joyful learning yang diterapkan melalui projectbased learning memastikan pemahaman konseptual yang mendalam, bukan sekadar menghafal, dan ditandai dengan perubahan perilaku positif. Meskipun demikian, implementasi menghadapi tantangan berupa kebingungan guru dalam penyusunan alur tujuan pembelajaran (ATP) juga keterbatasan sarana digital. Implikasi temuan ini menyatakan keberhasilan pada implementasi kurikulum merdeka sangat bergantung pada penguatan budaya kolaboratif di sekolah. Oleh karena itu, disarankan penguatan kolaborasi melalui kelompok kerja guru (KKG) dan pelatihan berkelanjutan harapannya dapat membantu guru mengatasi hambatan dan mendorong transformasi budaya sekolah yang positif.