Bahasa Banjar adalah bahasa pertama yang digunakan oleh suku Banjar. Bahasa Banjar merupakan turunan dari bahasa Austronesia, bahasa tersebut terbagi menjadi tiga logat yaitu logat Kuala, logat Hulu dan logat Bukit. Bahasa Banjar menjadi kurang populer pada kalangan remaja karena sudah mulai memudar oleh perkembangan zaman. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh media sosial yang sangat mudah dijangkau oleh remaja bahkan anak-anak sekolah dasar pada zaman sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program berbahasa Banjar di SDN Kelayan Selatan 2 dalam rangka peningkatan rasa berbudaya siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dirancang sebagai studi kasus. Seluruh masyarakat sekolah turut terlibat pada penelitian ini, semuanya menggikuti program berbahasa Banjar termasuk kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian implementasi program berbahasa Banjar di SDN Kelayan Selatan 2 menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran berbudaya siswa yang merasa bangga dengan budaya bahasa Banjar. Kegiatan ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam mengembangkan program berbahasa daerah agar dapat lebih efektif.