Pembelajaran kreatif dan variatif diperlukan untuk mengingatkan kualitas proses belajar matematika, terutama materi pecahan, yang sering menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar. Meskipun guru telah mencoba berbagai sumber daya dan pendekatan pembelajaran, kemampuan berpikir kritis siswa, seperti analisis masalah, evaluasi strategi, dan penciptaan solusi baru, masih belum mencapai tingkat yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adakah untuk menjelaskan cara pembelajaran kreatif dan variatif digunakan dan bagaimana hal itu berdampak pada peningkatan kemampuan berpikir siswa di SDN Sungai Miai 10 Banjarmasin. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Para penelitian melakukan observasi proses pembelajaran di kelas, mewawancarai kepala sekolah, guru, dan siswa. Serta menganalisis dokumen seperti modul ajar, lembar kerja siswa, dan hasil penilaian pecahan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media digital, pembelajaran berbasis masalah, dan aktivitas kelompok yang berbeda dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pecahan secara kontekstual. Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa juga diperkuat melalui evaluasi proses refleksi dan asesmen digital. Studi ini menemukan bahwa pembelajaran kreatif dan variatif efektif meningkatkan pembelajaran dan kemampuan siswa. Guru juga menghadapi masalah seperti keterbatasan waktu dan perbadaan kemampuan siswa.