Pembiasaan pagi merupakan bagian dari budaya sekolah yang berperan penting dalam memperkuat karakter dan kompetensi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar. SD Negeri Tegalrejo No. 98 Surakarta menerapkan program pembiasaan pagi secara terstruktur melalui lima kegiatan tematik harian, yaitu SELINTAS, SERASI, RANUM, KARE SD TEJO, dan SING SABAR JUM. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pembiasaan pagi, menganalisis kontribusinya terhadap delapan dimensi profil lulusan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan pagi dilaksanakan dengan konsisten dan melibatkan aktivitas yang mendukung pembentukan nilai-nilai karakter, seperti kedisiplinan, spiritualitas, literasi, numerasi, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Setiap kegiatan memberikan kontribusi berbeda terhadap delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Secara keseluruhan, program pembiasaan pagi berperan membangun fondasi karakter dan kompetensi siswa, meskipun pelaksanaannya masih memerlukan penguatan pada aspek refleksi nilai, pendalaman makna, dan pemberdayaan peran siswa agar internalisasi karakter dapat terbentuk secara lebih mendalam dan berkelanjutan.