Penelitian ini mengkaji hubungan antara kompetensi konselor dan keberhasilan konseling individu dalam konteks pendidikan Islam melalui kajian pustaka. Dari 9.710 artikel yang diperoleh, sebanyak 20 artikel yang relevan dianalisis secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial, dan religius memiliki peran krusial dalam efektivitas pelaksanaan konseling. Konselor yang memiliki kompetensi memadai mampu membangun hubungan empatik, menerapkan teknik yang sesuai, serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses konseling. Sebaliknya, keterbatasan dalam kompetensi profesional dan spiritual menjadi kendala, khususnya di sekolah Islam yang menghadapi tantangan moral dan spiritual peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi konselor melalui pendidikan, pelatihan, serta supervisi yang berbasis nilai-nilai Islam sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan serta perkembangan moral, emosional, dan spiritual peserta didik.