Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar yang cenderung berpusat pada guru sehingga mengakibatkan pembelajaran monoton dan tidak menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan permainan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SDN Kelayan Selatan 2 dan menganalisis dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, dengan sumber data berupa observasi pembelajaran, wawancara guru dan siswa, serta dokumentasi terkait kegiatan pembelajaran; unit analisisnya adalah penerapan permainan di kelas Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan digital dan non-digital diterapkan secara terencana, relevan dengan materi, dan rutin pada setiap pertemuan, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan partisipatif. Temuan utama mengungkapkan bahwa permainan meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan kepercayaan diri siswa, serta berdampak positif pada penguasaan kosakata dan nilai tugas tertulis; namun, peningkatan keterampilan berbicara masih terbatas karena siswa yang pemalu cenderung kurang aktif dalam berbicara. Studi ini menegaskan bahwa penerapan permainan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, dan menyiratkan perlunya mengembangkan permainan yang lebih merangsang komunikasi lisan dan mendukung fasilitas sekolah untuk keberlanjutan strategi pembelajaran berbasis permainan.