Keberhasilan program pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh kondisi sarana dan prasarana yang tersedia serta bagaimana fasilitas tersebut dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Tanpa adanya sarana dan prasarana yang mendukung maka proses pendidikan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Penelitian ini berupaya menggambarkan bagaimana kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 merancang dan menjalankan strategi terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Fasilitas sekolah yang baik menjadi penopang penting dalam proses belajar, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara, observasi, serta telaah dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan fasilitas. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah melaksanakan berbagai langkah manajerial yang meliputi perencanaan kebutuhan, proses pengadaan, pencatatan inventaris, pemeliharaan, hingga pengawasan sarana secara menyeluruh. Guru dilibatkan aktif dalam rapat-rapat perencanaan sehingga kebutuhan fasilitas dapat selaras dengan tuntutan pembelajaran di kelas. Namun, siswa belum menjadi bagian dari proses tersebut, sehingga suara pengguna utama fasilitas belum sepenuhnya masuk dalam pertimbangan pengambilan keputusan. Selain itu, kepala sekolah memainkan berbagai peran sekaligus mulai dari manajer, pemimpin, administrator, hingga penghubung kolaborasi antara guru dan tenaga kependidikan. Strategi supervisi dan pemeliharaan yang diterapkan terbukti membantu menjaga keberlanjutan fasilitas, mengurangi kerusakan, serta meningkatkan efektivitas penggunaannya dalam kegiatan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas sarana dan prasarana sekolah sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah. Karena itu, model pengelolaan yang partisipatif, terarah, dan konsisten menjadi kunci bagi terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman dan bermutu.