Dalam dunia pendidikan,Penanaman kearifan lokal sejak dini merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program SURABI (Suguhan Rabu Pagi) dalam meningkatkan pelestarian kearifan lokal di SDN Kuin Cerucuk 3 Banjarmasin. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan SURABI, dan analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan SURABI tersusun melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang memfasilitasi siswa untuk menampilkan budaya lokal; (2) kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan siswa terhadap budaya daerah, memperkuat pemahaman budaya, dan membentuk karakter positif seperti percaya diri, gotong royong, dan kebanggaan terhadap identitas lokal; dan (3) dukungan guru, lingkungan sekolah, dan antusiasme siswa menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program. Meski demikian, keterbatasan waktu latihan dan properti budaya menjadi hambatan pelaksanaan. Penelitian ini menegaskan bahwa Program SURABI efektif sebagai upaya pelestarian kearifan lokal dan layak dijadikan model pembiasaan budaya di sekolah dasar.