Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital sebagai kompetensi dasar abad ke-21 bagi siswa sekolah dasar, terutama dalam konteks sekolah dengan sarana terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi implementasi strategi sekolah dalam meningkatkan literasi digital siswa di SDN Telaga Biru 4, mengidentifikasi faktor pendukung serta kendalanya, dan merumuskan rekomendasi pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai unit analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipatif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola-pola utama dari temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi literasi digital di sekolah tetap dapat berjalan efektif meskipun perangkat teknologi terbatas. Guru mampu mengintegrasikan teknologi sederhana ke dalam pembelajaran, memanfaatkan perangkat seadanya, serta melibatkan orang tua dan sekolah dalam kegiatan literasi digital. Pelatihan guru dan penggunaan modul digital offline menjadi faktor pendukung penting dalam pelaksanaan program. Namun, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan perangkat, kompetensi guru yang belum merata, dan resistensi terhadap teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital dapat berkembang melalui strategi kreatif dan kolaboratif tanpa harus bergantung pada teknologi canggih, serta memberikan implikasi penting bagi peningkatan kompetensi digital siswa di sekolah dasar.