Budidaya udang vaname di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan karena memiliki kelebihan seperti pertumbuhan yang cepat, masa pemeliharaan yang relatif singkat dan tingginya permintaan pasar global. Namun demikian, dalam praktik budidaya udang vaname tidak terlepas dari berbagai tantangan yang cukup kompleks akibat banyaknya variabel atau atribut produksi yang memengaruhi hasil panen antar tiap petak tambak. Maka penelitian ini bertujuan mengelompokkan petak tambak berdasarkan parameter produksi yang memengaruhi hasil panen menggunakan Algoritma K-Means dengan menentukan jumlah cluster optimal menggunakan Elbow Method. Penelitian ini dilakukan menggunakan data 38 petak tambak PT bumi subur 2. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa cluster optimal menunjukkan 4 cluster dari percobaan 2-10. Pengelompokkan dilakukan dengan 9 atribut yang dipakai sebagai parameter produksi meliputi dari seperti umur udang saat dipanen , luas petak, kepadatan tebar, pakan yang diberikan , hasil panen, populasi akhir, size udang dan FCR. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa Cluster 1 (6 petak) merupakan kelompok berperforma tinggi, Cluster 2 (16 petak) memiliki performa sedang dengan variasi atribut yang cukup besar, Cluster 3 (11 petak) menunjukkan performa baik meskipun luas petaknya kecil, dan Cluster 4 (5 petak) memiliki performa paling rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Algoritma K-Means dapat mengelompokkan performa petak tambak secara efektif dan dapat dijadikan acuan peningkatan produktivitas budidaya di PT Bumi Subur 2.