Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh sekolah dalam mendukung proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) di kelas reguler SD Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pendidikan inklusif yang belum sepenuhnya berjalan optimal, ditandai dengan masih ditemukannya kesulitan belajar pada ABK, seperti hambatan kognitif, sosial-emosional, dan keterbatasan dalam mengikuti pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas dan guru pendamping khusus (GPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan beberapa strategi untuk mendukung pembelajaran ABK, di antaranya: adaptasi kurikulum, penggunaan pendekatan pembelajaran inklusif, kolaborasi antara guru kelas dan GPK, penerapan strategi multisensori, serta penguatan lingkungan belajar yang ramah bagi ABK. Selain itu, faktor pendukung seperti komunikasi antara guru dan orang tua, serta dukungan sekolah dalam penyediaan layanan khusus, turut berperan dalam membantu ABK mengatasi kesulitan belajar. Meskipun demikian, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, dan tingginya kebutuhan layanan individual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai upaya sekolah dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang efektif.