Globalisasi membawa dampak besar bagi kehidupan gereja-gereja Kristen di seluruh dunia. Di tengah arus informasi yang cepat, perkembangan teknologi, dan interaksi lintas budaya yang semakin mudah, gereja menghadapi peluang sekaligus tantangan baru. Oikumenika sebagai gerakan dan pendekatan teologis hadir untuk menjawab dinamika ini dengan mendorong persatuan gereja melalui dialog, kolaborasi, dan kesaksian bersama. Artikel ini membahas peran oikumenika dalam memperkuat kesatuan gereja di era globalisasi melalui kajian pustaka dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oikumenika mampu menjadi jembatan yang menyatukan berbagai denominasi dalam menghadapi isu-isu global seperti polarisasi teologi, fragmentasi gerejawi, krisis kemanusiaan, serta tantangan digital. Melalui dialog teologis, kerja sama misi, dan solidaritas lintas tradisi yang diwujudkan dalam berbagai forum oikumenis internasional maupun lokal, gereja dapat membangun kesatuan sebagai wujud panggilan iman. Artikel ini menegaskan bahwa kesatuan gereja bukan sekadar ideal teologis, melainkan kebutuhan mendesak bagi kesaksian Kristen di tengah dunia yang semakin terhubung.