Penelitian berjudul “Sikap Kooperatif dan Kolaboratif Lintas Generasi dalam Implementasinya di Dunia Kerja” ini bertujuan memahami bagaimana karyawan dari berbagai generasi menerapkan kerja sama dan kolaborasi di lingkungan kerja. Perbedaan karakter, usia, dan pengalaman antar generasi seperti Baby Boomer, Generasi X, Y (Milenial), dan Z sering menimbulkan tantangan dalam komunikasi dan koordinasi. Namun, sikap kooperatif dan kolaboratif yang baik dapat mengubah perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk meningkatkan kinerja tim dan produktivitas organisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan berusia 22, 33, dan 56 tahun yang mewakili lintas generasi di dunia kerja. Analisis data dilakukan dengan model interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kerja lintas generasi dipengaruhi oleh komunikasi terbuka, saling menghargai, pembagian tugas proporsional, dan dukungan manajemen SDM dalam membangun budaya kerja inklusif. Meski perbedaan gaya berpikir masih menjadi tantangan, strategi manajerial yang adaptif dan kolaboratif dapat menciptakan harmoni kerja. Temuan ini menjadi referensi pengembangan kebijakan SDM untuk mengelola keberagaman generasi secara sinergis dan produktif.