Penelitian ini mengulas penerapan Human Capital Management (HCM) dalam organisasi pelayanan publik di Indonesia serta bagaimana pendekatan ini dapat mendorong peningkatan mutu layanan. HCM dipandang sebagai strategi pengelolaan aparatur yang menempatkan sumber daya manusia sebagai modal penting yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Hasil kajian menunjukkan adanya jarak antara konsep ideal HCM dan praktik yang berlangsung di lapangan. Secara teoritis, HCM mendorong pengelolaan SDM yang lebih strategis—mulai dari penguatan kompetensi, pengembangan talenta, hingga penyelarasan kemampuan pegawai dengan tujuan organisasi. Namun, pada banyak instansi pemerintah, fungsi kepegawaian masih didominasi urusan rutin seperti administrasi kehadiran dan penggajian, sehingga peran strategisnya belum tergarap secara maksimal. Berbagai hambatan turut ditemukan, seperti prosedur birokrasi yang belum luwes, keterbatasan anggaran, hingga dinamika internal instansi yang memengaruhi proses pengelolaan pegawai. Di sisi lain, sebagian besar ASN sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memperoleh pengembangan kompetensi dan jalur karir yang lebih jelas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menekankan bahwa keberhasilan HCM sangat bergantung pada komitmen pimpinan, pembaruan sistem secara menyeluruh, dan penyesuaian model HCM dengan kondisi nyata sektor publik di Indonesia. Dengan langkah yang tepat, HCM dapat menjadi fondasi penting untuk memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.