Pengembangan kecerdasan emosional merupakan faktor krusial dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesejahteraan psikologis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Remaja pada tahap ini menghadapi tuntutan akademik yang meningkat, dinamika sosial yang kompleks, serta proses pembentukan jati diri. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) berperan strategis dalam memfasilitasi pemahaman diri, pengelolaan emosi, dan penguatan keterampilan interpersonal melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, dan program pengembangan diri. Artikel ini bertujuan menjelaskan kontribusi guru BK dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa serta menggambarkan dampak positifnya terhadap interaksi sosial, motivasi belajar, dan kemampuan siswa dalam menangani tekanan. Kajian ini menegaskan bahwa keterlibatan guru BK yang terstruktur dan berkelanjutan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi perkembangan emosional remaja.