Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran jasmani pada remaja dengan meninjau keterkaitannya dengan aktivitas fisik dan pola hidup sehat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam meningkatkan kebugaran jasmani remaja, terutama pada aspek kapasitas kardiorespirasi, kekuatan otot, dan fleksibilitas. Pola hidup sehat, termasuk pola makan bergizi, kualitas tidur yang baik, serta kebiasaan olahraga, turut mendukung kondisi kebugaran yang optimal. Sebaliknya, perilaku sedentary seperti penggunaan gawai secara berlebihan berdampak negatif terhadap kebugaran jasmani dan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Penelitian juga menemukan bahwa dukungan lingkungan, baik dari keluarga maupun sekolah, berperan penting dalam membentuk kebiasaan aktif pada remaja. Dengan demikian, peningkatan kebugaran jasmani remaja memerlukan sinergi antara aktivitas fisik yang teratur, pola hidup sehat, dan lingkungan yang mendukung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam merancang program peningkatan kebugaran jasmani remaja secara lebih terarah dan berkelanjutan.