Globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta arus komunikasi digital yang semakin masif telah membawa dampak besar terhadap pembentukan karakter dan identitas generasi muda di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok yang rentan terpapar paham radikalisme akibat lemahnya internalisasi nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai upaya strategis dalam menangkal radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris dan normatif. Pendekatan empiris dilakukan melalui observasi, wawancara, analisis media sosial, dan dokumentasi kasus, sedangkan pendekatan normatif digunakan untuk mengkaji regulasi serta literatur ilmiah terkait Pancasila dan pencegahan radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan ideologi Pancasila melalui pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, dan moderasi beragama berperan penting dalam membangun ketahanan ideologi generasi muda. Penguatan tersebut mampu meningkatkan daya kritis, menumbuhkan sikap toleran, serta memperkuat identitas nasional sehingga dapat meminimalisir pengaruh paham radikal di lingkungan pendidikan.