Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pentingnya kredibilitas pemimpin dalam meningkatkan kepercayaan pegawai dan kualitas tata kelola, namun kemampuan komunikasi dan integritas pemimpin sering kali belum dioptimalkan secara strategis. Dari permasalahan tersebut dapat penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi komunikasi interpersonal dan integritas etis dalam membangun kredibilitas pimpinan pada instansi pemerintahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif dan melibatkan 88 responden pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square (PLS) melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi interpersonal berpengaruh positif terhadap kredibilitas pimpinan dengan nilai koefisien 0.282, meskipun pengaruhnya belum signifikan secara statistik. Sebaliknya, integritas etis pemimpin terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kredibilitas pimpinan, ditunjukkan oleh koefisien 0.162, t-statistic 3.141, dan p-value 0.002. Temuan ini menegaskan bahwa integritas merupakan faktor utama yang menentukan kredibilitas pemimpin dalam birokrasi pemerintahan, sedangkan komunikasi interpersonal tetap berperan namun perlu diperkuat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kualitas komunikasi dan penguatan nilai integritas penting dilakukan untuk membangun kepemimpinan yang kredibel di sektor publik.