Secara keseluruhan, Uni Pabean memberikan dampak netto positif bagi ekonomi Indonesia dengan mendorong liberalisasi perdagangan, diversifikasi ekspor non-migas (peningkatan 18% pada komoditas halal seperti makanan dan tekstil), serta efisiensi logistik melalui standarisasi prosedur pabean yang mengurangi waktu clearance hingga 40%. Namun, risiko utama termasuk defisit neraca perdagangan sementara (2-3 tahun pertama) dan kerentanan UMKM terhadap dumping impor, yang dapat menekan lapangan kerja di sektor padat karya. Untuk mengoptimalkan manfaat, jurnal merekomendasikan: (1) reformasi struktural seperti pelatihan SDM bea cukai dan subsidi transisi untuk industri rentan; (2) negosiasi klausul safeguard dalam perjanjian uni; serta (3) integrasi dengan prinsip ekonomi syariah untuk memastikan keadilan distribusi keuntungan. Implementasi yang sukses dapat mempercepat target pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 7% per tahun.