ajian mengenai dinamika aliran-aliran filsafat dan keterkaitannya dengan fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis pengetahuan memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman komprehensif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian dilakukan dengan menyeleksi literatur relevan dari buku akademik dan jurnal, kemudian mengekstraksi konsep utama, membandingkan perspektif antar-aliran filsafat, serta menyintesiskan kontribusinya terhadap perkembangan ilmu dan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa idealisme, realisme, rasionalisme, dan empirisme membentuk dasar awal pemahaman manusia tentang realitas dan pengetahuan, sementara positivisme, pragmatisme, fenomenologi, eksistensialisme, dan filsafat analitik memperkaya cara pandang ilmiah modern dengan menekankan dimensi objektif, praktis, subjektif, dan konseptual. Temuan menunjukkan bahwa ontologi berperan dalam merumuskan hakikat realitas pendidikan, epistemologi memandu cara memperoleh serta memvalidasi pengetahuan, dan aksiologi memberikan arah moral bagi penggunaan ilmu dalam kehidupan sosial. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa filsafat memiliki peran fundamental dalam membentuk paradigma keilmuan dan kompetensi pendidikan, terutama bagi guru sebagai agen pembelajaran yang harus memahami hakikat, sumber, dan nilai dari pengetahuan. Kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam penguatan kurikulum pendidikan serta pengembangan pemikiran ilmiah yang reflektif, humanis, dan relevan dengan tantangan kontemporer.