Studi ini mengkaji perjalanan Injil dari Yerusalem hingga ke ujung bumi, dengan fokus utama pada pertemuan dan persahabatan Injil dengan berbagai budaya. Melalui pendekatan inkulturasi, Injil dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan esensi teologisnya sambil beradaptasi dengan konteks budaya yang beragam guna mencapai relevansi dan penerimaan yang luas. Di era globalisasi dan pluralisme budaya, gereja dipanggil untuk mengembangkan misi yang inklusif, dialogis, dan peka budaya, termasuk penggunaan teknologi dan media modern. Keterlibatan aktif gereja lokal sebagai agen transformasi sosial juga merupakan aspek krusial dalam mewujudkan nilai-nilai Injil secara konkret di masyarakat. Studi ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan meninjau literatur relevan untuk memberikan pemahaman komprehensif dan argumen yang kuat mengenai dinamika hubungan antara Injil dan budaya dalam konteks misi global. Hasilnya menyoroti pentingnya pendekatan inkulturasi yang bijaksana dan inklusif agar Injil dapat terus menjadi kabar baik yang hidup dan transformatif di tengah keragaman budaya dunia.