Penelitian ini mengupas tuntas isu mendasar mengenai bagaimana praktik bisnis modern seringkali mengabaikan dimensi etika dan spiritual dalam mengejar keuntungan, sebuah kondisi yang berpotensi merusak kesejahteraan holistik karyawan dan keberlanjutan organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran krusial etika bisnis Islam sebagai fondasi utama praktik bisnis secara keseluruhan dan, khususnya, dalam Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI) atau sumber daya manusia, guna mencapai falah (kesejahteraan holistik) alih-alih sekadar profit. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif deskriptif yang merujuk pada Al-Qur'an, Hadits, serta literatur kontemporer, kajian ini berfokus pada pembentukan tanggung jawab profesional, bimbingan rekrutmen/pengembangan karyawan, dan pembangunan budaya organisasi yang berlandaskan prinsip amanah (kepercayaan) dan tanggung jawab ganda (horizontal-vertikal). Hasil temuan menunjukkan bahwa integrasi etika Islam secara sistematis membentuk budaya organisasi yang berintegritas tinggi. Kesimpulannya, implementasi etika bisnis Islam bukan hanya merupakan tuntutan moral, tetapi juga strategi manajerial yang menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan mencapai maqashid syariah (tujuan syariah) dalam aktivitas ekonomi. Implikasinya, kerangka etika Islam harus dijadikan cetak biru untuk menciptakan model MSDI yang lebih adil, manusiawi, dan berdampak positif jangka panjang.