Artikel ini membahas teori pendidikan Aurelius Agustinus dan bagaimana hal itu berdampak pada perkembangan dan sejarah Pendidikan Agama Kristen (PAK). Agustinus melihat pendidikan sebagai proses menuntun jiwa menuju kebenaran sejati, yaitu Allah, melalui penerangan ilahi (illuminatio). Menurut perspektif ini, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga untuk membantu orang menjadi lebih baik, menjadi lebih Kristen, dan membangun iman. Sementara Allah adalah Guru sejati, guru dianggap sebagai fasilitator yang membantu siswa menemukan kebenaran. Sejak awal gereja di Abad Pertengahan hingga Reformasi dan pendidikan Kristen modern, pemikiran ini memberikan fondasi teologis dan pedagogis untuk praktik PAK. Artikel ini menunjukkan melalui kajian kepustakaan dan analisis teologis-historis bahwa teori pendidikan Agustinus membentuk pendekatan PAK yang holistik, reflektif, dan berfokus pada integrasi iman dan kehidupan. Oleh karena itu, ide-ide Agustinus masih relevan sebagai referensi dalam pengembangan pendidikan agama Kristen di tengah tantangan pendidikan kontemporer.