Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau sering disingkat dengan PMM merupakan salah satu program dari MBKM berupa program pertukaran pelajar oleh mahasiswa di Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar di luar kampus asal selama satu semester. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman, konsep komunikasi, dan makna komunikasi antar budaya pada peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 2 Universitas Telkom. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi Edmund Husserl dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Subjek yang diteliti adalah peserta PMM2 TEL-U yang mengalami gegar budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gegar budaya dan kebudayaan merupakan hal penting yang harus dilalui oleh setiap peserta sejak dini serta terlibat langsung dalam pembelajaran budaya. Namun, para peserta yang mengikuti program ini menganggap bahwa gegar budaya hanya sekedar bentuk perasaan terkejut ketika individu berada di lingkungan yang baru. Walaupun, gegar budaya meliputi segala permasalahan di berbagai bidang karena budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Pada penelitian ini, peneliti menemukan beberapa konsep seperti perbedaan budaya, belajar budaya, tantangan komunikasi, adaptasi lingkungan serta perubahan sikap dan perilaku. Komunikasi yang dilakukan oleh peserta menggunakan komunikasi verbal dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta memahami perbedaan bahasa. Sedangkan secara non verbal yang diterapkan berupa perubahan sikap dan perilaku sebagai wujud toleransi akan keberagaman budaya serta mempelajari terkait kebudayaan tersebut. Melalui komunikasi ini, peserta memahami mengenai makna pengalaman khususnya di provinsi Jawa Barat.