Hubungan antara sains dan mukjizat dalam iman Kristen sering dianggap bertentangan karena dasar epistemologis yang berbeda. Sains didasarkan pada metode empiris, sementara mukjizat dipahami sebagai tindakan Tuhan yang melampaui hukum alam. Melalui penelitian kualitatif dengan tinjauan literatur Alkitab, teologi Kristen, dan filsafat sains, studi ini menunjukkan bahwa iman Kristen tidak menolak sains. Sains dipandang sebagai sarana untuk memahami tata tertib ciptaan Tuhan, sementara mukjizat menegaskan kedaulatan-Nya.