Pengembangan pariwisata berkelanjutan merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Potensi lingkungan alami, seperti keindahan bentang alam, keanekaragaman hayati, pantai, pegunungan, dan kawasan hutan, menjadi daya tarik utama yang dapat dimanfaatkan secara optimal apabila dikelola berdasarkan prinsip konservasi. Selain itu, potensi budaya yang meliputi tradisi, adat istiadat, kesenian, arsitektur lokal, serta kearifan lokal masyarakat turut memperkaya pengalaman wisata dan memperkuat identitas destinasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber tertulis, seperti buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, laporan penelitian, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan pariwisata berkelanjutan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memahami konsep, prinsip, dan praktik pengelolaan pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan. Berdasarkan hasil tinjauan literatur, integrasi antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian budaya lokal terbukti mampu menciptakan pariwisata yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan. Literatur juga menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata berperan penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan budaya, serta memberikan manfaat ekonomi secara langsung. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata berkelanjutan memerlukan perencanaan yang komprehensif, kebijakan yang mendukung, dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta pelaku industri pariwisata guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sosial budaya.