Etika ekologis kini menjadi bagian penting dari pembicaraan keislaman karena krisis ekologis global yang ditandai oleh kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali, dan perubahan iklim. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis fenomena eksploitasi alam dari sudut pandang tafsir Al-Qur'an modern, dengan menekankan hubungan etis antara manusia dan lingkungan. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan, menggunakan pendekatan tematik (maudhu'i) berbasis studi pustaka untuk menyelidiki ayat-ayat Al-Qur'an mengenai alam semesta, konsep kekhalifahan manusia, dan larangan kerusakan (fasād). Kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral sebagai khalifah di Bumi untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem. Dalam tafsir kontemporer, prinsip-prinsip Qur'ani digunakan sebagai landasan etika ekologis yang berguna untuk menangani eksploitasi alam yang berlebihan di zaman sekarang.