Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya motivasi serta disiplin belajar peserta didik, sekaligus menelaah minimnya pengelolaan aspek sosioemosional di salah satu SMA di Pekanbaru, Riau. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi lapangan, wawancara guru, analisis dokumentasi sekolah, serta telaah literatur terkait motivasi belajar, Social Emotional Learning (SEL), dan strategi modifikasi perilaku. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan regulasi emosi, tidak adanya program SEL, ketiadaan sistem penguatan perilaku, serta penggunaan gawai yang tidak terkontrol menjadi faktor utama yang menurunkan motivasi dan kedisiplinan siswa. Perilaku negatif seperti bullying, perlawanan terhadap guru, serta lemahnya kontrol diri juga turut menghambat suasana pembelajaran. Kurangnya dukungan sosioemosional membuat siswa sulit membangun motivasi intrinsik maupun kebiasaan belajar yang teratur. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan SEL dan modifikasi perilaku untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.