Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi dan tantangan manajemen operasi pada usaha tempe yang dikelola oleh Bapak Syahrul di Tenggilis, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara semi-terstruktur. Observasi dilakukan untuk mengamati tahapan produksi tempe, sedangkan wawancara digunakan untuk menggali informasi terkait kendala dan strategi pengelolaan usaha. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi tempe dilakukan secara manual dan konsisten dengan mengandalkan pengetahuan turun-temurun. Tantangan utama meliputi pengaruh cuaca terhadap proses fermentasi dan keterbatasan tenaga kerja. Dari perspektif manajemen operasi, usaha ini telah menerapkan prinsip efisiensi, namun masih diperlukan penerapan standar operasional prosedur, pelatihan tenaga kerja, dan pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.