Perbedaan narasi Alkitab mengenai kematian Yudas Iskariot dan asal-usul Tanah Darah dalam Matius 27:8 dan Kisah Para Rasul 1:18 sering dipandang sebagai kontradiksi tekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tersebut menggunakan pendekatan 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, How). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan teologis dan hermeneutis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan tersebut bukanlah kontradiksi substantif, melainkan perbedaan sudut pandang dan penekanan naratif para penulis Alkitab. Injil Matius menekankan aspek hukum dan moral dari pengkhianatan Yudas, sementara Kisah Para Rasul menyoroti konsekuensi tragis dari perbuatannya. Dengan demikian, kedua teks saling melengkapi dan memperkaya pemahaman pembaca mengenai keadilan Allah dan tanggung jawab manusia dalam sejarah keselamatan.