Penelitian ini mengupas makna semantik dan teologis rambut sebagai instrumen liturgis berdasarkan teks 1 Korintus 11:15 . Dalam ayat tersebut, Paulus menyebutkan bahwa rambut panjang dianugerahkan kepada perempuan sebagai "penudung" (peribolaion). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teologi Alkitab, peneliti masuk ke dalam istilah asli Yunani serta konteks liturgis jemaat Korintus. Hasil analisis menunjukkan bahwa rambut bukan sekadar fitur biologis, melainkan membawa pesan teologis tentang tatanan Allah dalam ibadah . Pesan ini relevan bagi jemaat modern untuk memahami identitas dan ketertiban spiritual di hadapan Tuhan.