Penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan pekerjaan rumah menjadi perhatian karena dikhawatirkan menimbulkan ketergantungan teknologi dan menurunkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menganalisis bagaimana siswa memanfaatkan AI serta mengkaji peran guru dan sekolah dalam mendidik siswa mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian ini dilakukan di SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 dengan metode deskriptif-kualitatif berbasis studi kasus. Sumber data penelitian terdiri dari hasil wawancara, observasi, serta studi literatur kemudian dikaji menggunakan teknik analisis tematik. Analisis data menunjukkan sebagian besar siswa menggunakan AI untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan rumah, namun hanya sedikit yang memanfaatkannya secara bijaksana. Penggunaan AI dapat meningkatkan motivasi dan pembelajaran mandiri, tetapi juga berisiko menurunkan kemampuan penalaran apabila dilakukan tanpa bimbingan yang memadai. Guru serta institusi sekolah berperan signifikan dalam memberikan bimbingan, pemantauan, serta pengarahan mengenai etika digital melalui kegiatan literasi dan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan AI perlu diarahkan secara edukatif dan bijaksana agar mampu memperkuat literasi digital serta daya berpikir kritis siswa. Dengan demikian, penguatan kebijakan literasi digital di tingkat sekolah menjadi penting untuk memastikan penggunaan AI yang lebih bertanggung jawab dan mendukung proses pembelajaran.