Kajian ini dilatarbelakangi oleh perdebatan berkelanjutan mengenai praktik riba dalam sistem ekonomi modern yang masih mendominasi aktivitas keuangan masyarakat. Meskipun sistem berbasis bunga kerap dianggap mendorong pertumbuhan ekonomi, berbagai kajian normatif dan empiris menunjukkan bahwa riba berpotensi menimbulkan ketimpangan ekonomi, meningkatkan beban utang, serta melemahkan ketahanan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh praktik ekonomi yang mengandung unsur riba terhadap perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, menggunakan data dari jurnal ilmiah nasional dan internasional bereputasi serta laporan resmi lembaga negara yang bersifat open access. Data dianalisis melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan dampak riba. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik riba berkorelasi dengan meningkatnya kerentanan ekonomi rumah tangga, menurunnya kemampuan menabung, melemahnya aktivitas ekonomi produktif, serta munculnya tekanan sosial dan psikologis. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem ekonomi tanpa riba berpotensi menjadi alternatif yang lebih adil dan berkelanjutan bagi penguatan perekonomian masyarakat.