Kompetensi penulisan Bab IV cenderung kuat pada aspek teknis perhitungan, namun sangat lemah pada aspek validasi metodologis dan kedalaman interpretasi. Terdapat diskoneksi antara kemampuan menghitung dan kemampuan mempertanggungjawabkan data secara ilmiah.Untuk mengatasi kelemahan universal ini, disarankan untuk melakukan restrukturisasi kurikulum metodologi dengan mewajibkan integrasi Uji Asumsi Klasik (seperti yang ditekankan oleh V. Wiratna Sujarweni) dan mengadopsi pelatihan prosedural yang jelas berdasarkan pemisahan fungsional Bab IV (Hasil vs Pembahasan) seperti yang digariskan oleh John W. Creswell. Implementasi checklist langkah-langkah analisis wajib perlu diterapkan secara ketat oleh dosen pembimbing. terdapat indikasi hubungan bahwa pengajaran yang berfokus pada teknik perhitungan menghasilkan peneliti yang secara matematis kompeten, namun gagal menanamkan pemahaman kritis metodologis. Kegagalan universal dalam Uji Prasyarat dan kebingungan struktural mahasiswa menunjukkan perlunya perbaikan mendasar pada kurikulum Metodologi Penelitian untuk meningkatkan validitas hasil skripsi.