Literasi ekonomi syariah merupakan aspek penting dalam mendukung pengembangan sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Namun, tingkat literasi ekonomi syariah di masyarakat masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh kompleksitas konsep dan istilah yang digunakan dalam penyampaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa Indonesia dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi bahasa dalam proses edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta laporan resmi lembaga terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi data, klasifikasi tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia berperan strategis sebagai alat penyederhanaan konsep dan istilah ekonomi syariah, sehingga meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia yang komunikatif dan kontekstual dalam media edukasi terbukti lebih inklusif dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Namun demikian, dominasi istilah Arab dan bahasa teknis tanpa penjelasan memadai masih menjadi hambatan utama dalam literasi ekonomi syariah. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa ilmu merupakan faktor penting dalam pengembangan literasi ekonomi syariah yang inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi edukasi ekonomi syariah yang lebih efektif.