Studi ini mengkaji determinan nilai perusahaan pada industri energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2022–2024, khususnya dalam konteks pergeseran menuju energi berkelanjutan. Analisis dilakukan terhadap 174 data observasi menggunakan pendekatan Fixed Effect Model. Temuan empiris mengungkapkan bahwa seluruh variabel bebas secara bersama-sama memberikan dampak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pada pengujian individual, profitabilitas menunjukkan kontribusi positif yang bermakna, sejalan dengan prinsip Signaling Theory. Di sisi lain, tingkat likuiditas dan skala perusahaan justru memberikan dampak negatif secara signifikan, yang mengisyaratkan permasalahan kelebihan dana yang tidak produktif serta ketidakefisienan akibat pertumbuhan skala berlebihan (diseconomies of scale) sebagaimana dijelaskan dalam kerangka Agency Theory. Sementara itu, komposisi aset tidak terbukti memiliki pengaruh yang berarti. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan nilai perusahaan sebaiknya difokuskan pada optimalisasi kinerja operasional dan pencapaian profitabilitas, alih-alih semata-mata mengejar perluasan portofolio aset atau mempertahankan cadangan likuiditas yang berlebihan.