Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran self-awareness dalam pengembangan mahasiswa ASMI Surabaya. Self-awareness merupakan kemampuan individu untuk mengenali emosi, potensi, keterbatasan, nilai, serta dampak perilaku terhadap diri sendiri dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua mahasiswa aktif ASMI Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-awareness memiliki peran penting dalam pengembangan akademik, kepribadian, dan sosial mahasiswa. Mahasiswa dengan tingkat self-awareness yang baik mampu mengelola waktu belajar, mengontrol emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjalin hubungan sosial yang lebih efektif. Selain itu, self-awareness juga berkontribusi terhadap pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa rendahnya kebiasaan refleksi diri dan tekanan akademik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lingkungan kampus untuk mengembangkan self-awareness mahasiswa secara berkelanjutan guna mempersiapkan mahasiswa yang mandiri, profesional, dan siap menghadapi dunia kerja.