Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi sosial masyarakat dalam konteks pluralisme agama di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama Islam, Kristen, Buddha, masyarakat, serta camat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antarumat beragama berjalan cukup harmonis, ditandai dengan adanya kerja sama dalam kegiatan sosial seperti gotong royong dan kegiatan kemasyarakatan. Sikap toleransi terlihat dari saling menghormati dalam menjalankan ibadah. Namun demikian, potensi intoleransi masih ditemukan yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, pendidikan, serta media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sosial yang baik serta peran tokoh agama dan pemerintah sangat penting dalam menjaga dan memperkuat toleransi antarumat beragama.